30 September 2015

Kemenag Kota Kendari Bedah Rumah Warga Kurang Mampu



 Kendari (Humas) Setelah dipercaya selama  2 tahun berturut-turut Kemenag Kota Kendari diberi kepercayaan oleh Pemkot Kendari untuk turut serta dalam program bedah rumah Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera(P2WKSS). Untuk tahun 2015 ini Kemenag Kota Kendari kembali dipercaya untuk melakukan bedah rumah di Kel. Wua-Wua Kec. Wua-Wua Kendari. Program P2WKSS untuk tahun 2015 di Kelurahan Wua-Wua ini, rumah yang akan dibedah oleh SKPD Lingkup Pemkot Kendari kurang lebih 50 unit rumah tidak layak.

Menurut Ka. Kankemenag Kota Kendari Zainal Mustamin,S.Ag.,MA keikutsertaan Kemenag Kota Kendari adalah sebagai wujud nyata dan peran aktif dalam mendukung visi Walikota Kendari yaitu Green City, Smart City dan Spritual City yang selaras dengan gerakan Kemenag Bersahaja “Bersih, Santun, Hijau dan Asri”.

Rumah yang dibedah merupakan rumah dari kelurga yang tidak mampu yaitu keluarga seorang buruh bangunan dengan tanggungan 5 orang, dimana pendapatan per bulannya kurang dari Rp. 500 ribu. Rumah tersebut secara fisik tidak layak karena selain beratap rumbia, dengan dinding rumah dari kayu yang sudah keropos juga tidak mempunyai MCK, mereka hanya memakai kali/sungai kecil di belakang rumah.

Proses bedah rumah dilakukan pada pekan lalu dengan dipimpin langsung oleh Ka.Kankemenag Zainal Mustamin. Tak ketinggalan para eselon IV (para Kasi & Kepala KUA Kec. Wua-Wua), serta staf Kantor Kemenag Kota Kendari  baik honorer maupun pegawai PNS.

Sebagai koordinator lapangan dipimpin oleh Perencana Muda Kemenag Kota Kendari Syamsul Bahtiar Fauzi. Dalam pelaksanaan dilapangan dilibatkan aparat pemerintah setempat seperti RT, RW serta pemilik rumah yang bersangkutan, hal ini agar pelaksaaan bedah rumah berjalan lancar.(bepe)


01 September 2015

Kemenag Kota Kendari Jalin MOU Dengan BNN


Kendari (Humas) Beberapa waktu lalu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari menjalin Memorandum Of Understanding (MOU) atau Kesepakatan bersama dengan Badan Narkotika Nasional Kota Kendari yang dilaksanakan di Aula Kantor Kemenag Kota Kendari.

MOU ditandatangani oleh Kepala Kankemenag Kota Kendari Zainal Mustamin, S.Ag,MA serta Kepala BNN Kota Kendari Dra. Hj. Murniaty M ,MPH.Apt disaksikan oleh para pejabat lingkup Kantor Kemenag Kota Kendari.
Kegiatan MOU ini dirangkai dengan Kegiatan Advokasi Pencegahan Bahaya Narkoba yang diikuti oleh para pejabat eselon IV serta staf yang ada di Kantor Kemenag Kota Kendari.

Dalam sambutannya Kepala Kakemenag Kota Kendari Zainal Mustamin, S.Ag,MA mengatakan bahwa  bahwa kerjasama ini merupakan niat baik bersama dimana BNN sebagai garda terdepan bersama-sama dengan Kankemenag Kota Kendari  mennaggulangi bahaya narkoba yang terus meracuni generasi muda. Kankemenag mempunyai tugas  dalam menyampaikan dakwah serta mengambil peran beramal maruf nahi mungkar dalam upaya pencegahan bahaya narkotika terutama di kalangan siswa madrasah serta santri yang ada di pondok pesantren. Menurut Zainal Mustamin, S.Ag,MA harus ditanamkan minset kepada generasi muda bahwa narkoba tu hukumnya haram,oleh sebab itu dakwah mengenai bahaya narkoba ini harus terus menerus serta intens dalam melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap siswa. Zainal juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan BNN kepada Kankemenag Kota Kendari yang ditunjuk sebagai salah satu instansi vertikal yang dijadikan mitra strategis dalam pencegahan bahaya narkotika.

Sementara itu Kepala BNN Kota Kendari Dra. Hj. Murniaty M ,MPH.Apt mengatakan bahwa kejahatan narkoba merupakan kejahatan serius serta termasuk kejahatan “extra ordinary” oleh sebab itu penanganannya juga harus serius. Pemakaian narkoba dapat menyerang susunan syaraf pusat oelh karenanya penderita narkoba hanya dapat pulih saja dari ketergantungan narkoba. Upaya pencegahan narkoba harus dilakukan secara bersama-sama, terkoordinasi dengan baik, terprogram serta harus dilakukan secara terus menerus.


BNN Kota Kendari akan melakukan kegiatan advokasi pencegahan bahaya narkoba di 20 titik termasuk instansi pemerintahan, instansi swasta, sekolah, madasah. Kantor Kemenag Kota Kendari merupakan Instansi pemerintah pertama yang mendapatkan kesempatan untuk mengadakan kegiatan tersebut. (bepe)

11 August 2015

Menag Buka STQ Nasional XXIII

Jakarta, (Inmas Sultra) — Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin membuka pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Tingkat Nasional XXIIITahun 2015, Senin (10/08) malam, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Pembukaan secara resmi ivent nasional Dua tahunan tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh Menag didampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) Nur Syam, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag M. Jasin, serta Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Machasin.
Dalam sambutannya, Menag mengatakan bahwa Al Quran adalah pedoman hidup universal. Sebagai pedoman hidup universal bagi umat manusia, kata dia, Al Quran memiliki peran yang strategis dalam membentuk dan menjaga nilai luhur kebudayaan bangsa.
“Al Quran merupakan rujukan Ulama dalam mengembangkan kehidupan beragama bagi umat Islam,” kata Menag pada pembukaan kegiatan yang mengangkat tema “STQ Nasional Upaya Melestarikan Khasanah Budaya Islam Nusantara dalam Membangun Generasi Qur’ani yang Partisipatif dan Bermartabat Menuju Indonesia Hebat“.
Menag menjelaskan, STQ menjadi salah satu barometer untuk menilai prestasi seni baca Al Quran. Selain itu, sambung Menag, STQjuga menjadi sarana memaknai Al Quran sebagai pedoman hidup kemanusiaan yang harus terus membumi dalam konteks, situasi, dan waktu untuk memberikan solusi bagi isu-isu yang sedang dan terus berkembang.
Menag menegaskan, ketahanan mental dan kultural yang paling kokoh adalah yang bersumber dari pandangan hidup dan way of life yang diyakini, yaitu: ajaran dan nilai-nilai agama. “Untuk itu, menjadi tugas bersama adalah bagaimana mendorong dan menfasilitasi umat Islam di nusantara agar bisa memahami ayat-ayat Al Quran dalam konteks kekinian yang relevan sesuai situasi, waktu, dan tempat,” tegas Lukman. 
Pada kesempatan itu, Menag juga berpesan agar umat Islam dapat menjaga harmoni sosial dan kerukunan hidup beragama sebagai fundamental persatuan dan kesatuan bangsa. “Kita perlu terus berupaya menghindari setiap potensi yang dapat menggiring masyarakat ke arah pusaran konflik, terlebih konflik yang berimbas dan bersangkut paut dengan isu agama,” pesan Lukman.
Hadir pada pembukaan kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama Tujuh hari itu, yakni 10 s.d 16 Agustus 2015, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) A.M. Fatwa, para duta besar negara sahabat, Mantan Menag Prof. Dr. KH. Said Agil Husin Al Munawar selaku Koordinator Dewan Hakim STQ Nasional, sejumlah Wakil Gubernur, para pejabat Eselon I dan II Kemenag RI, para Kepala kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi se Indonesia, serta para peserta, pelatih dan official kafilah provinsi seluruh Indonesia.
Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. M. Saleh Lasata yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Sultra, turut hadir dalam ceremony pembukaan STQ Nasional tersebut bersama Kakanwil Kemenag Sultra Mohamad Ali Irfan yang didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Hj. Puji Rahayu Ali Irfan, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sarifuddin Safaa, Wakil Bupati Kolaka Muhamad Jayadin, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sultra Hasanuri, serta sejumlah Kepala Bidang dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten dan Kota se Sultra. (isr/sm)
sumber : sultra.kemenag.go.id (11/8/2015)