19 January 2017

Tahun 2017 Kuota Jemaah Haji Kota Kendari Naik


Pemulangan Jamaah Haji Kota Kendari Tahun 2016, foto by bepe

Kendari, (Humas)--- Tahun ini kuota jemaah haji Kota Kendari dimungkinkan ada penambahan sebanyak 127 orang. Dari semula, berdasarkan kuota tahun lalu tercatat sebanyak 330 orang, kini menjadi 457 orang. Kuota itu masih mungkin bertambah lebih besar lagi. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kendari Samsuri, Selasa (17/1).

Dengan adanya penambahan sebesar 127 kata dia, Kota Kendari akan mendapat jatah seperti porsi lama, yakni sebanyak 457 orang.
Namun jumlah itu masih akan bertambah dengan adanya penambahan kuota dari 221ribu jemaah se-Indonesia yang dikembalikan kuotanya, terangnya.
Kemudian, lanjut dia, dilakukan juga penambahan kuota dari pihak Arab Saudi.

Wawancara Samsuri dengan Media Massa , 17/1/2017

Dan, Insya Allah Kota Kendari pasti masih akan mendapatkan tambahan kuota itu. Namun, kita belum tau berapa jumlahnya karena kita masih menunggu pembagian dari Kemenag Pusat. Tapi kalaupun ada penambahan, berarti porsi kita bukan hanya 457 orang tetapi lebih dari itu, dan penambahan itu sebenarnya sangat kita harapkan karena daftar tunggu di Kemenag Kendari sebanyak 8.000 orang lebih, dengan masa tunggunya23 tahun, ungkap Samsuri.

Dengan begitu banyaknya antrean, kata dia, sangat diharapkan setiap tahunnya ada penambahan kuota, supaya masyarakat yang akan berhaji cepat mendapatkan porsinya.

Pemulangan Jamaah Haji Kota Kendari Tahun 2016, foto by bepe

Sebenarnya, tidak ada kriteria yang harus dipenuhi masyarakat untuk mendapatkan porsi berhaji, sebab semua itu ditentukan berdasarkan nomor urut porsi masing-masing, paparnya.

Ia juga mengaku, dalam kepengurusan kuota jemaah haji tersebut tidak ada kendala yang didapatkan, karena dari kuota yang ada sekarang ini pihaknya sudah mengumumkannya melalui media massa.
Akan tetapi mereka (jemaah haji) setiap harinya datang untuk menanyakan persyaratan mengurus paspor mereka. Karena, jemaah haji kita ada yang tinggal di Morowali, Konawe Kepulauan (Konkep), dan sebagian kecil berasal dari Konawe, terangnya.(BKK/was/rtr)

sumber : sultra.kemenag.go.id (18/1/2017)

No comments:

Post a Comment